[Banjarnegara, 8 Juli 2021] Pengadilan Negeri Banjarnegara melaksananakan rapid test (swab) antigen di Ruang Sidang Kartika Pengadilan Negeri Banjarnegara pada pukul 14.00 Wib s.d selesai.

 Acara tersebut diikuti oleh unsur pimpinan, para Hakim, Pejabat Struktural dan Fungsional dan para aparatur di Pengadilan Negeri Banjarnegara.

Ketua Pengadilan Negeri Banjarnegara, Bapak R. Heddy Belyyandi, S.H., M.H. mengatakan bahwa pelaksanaan rapid test (swab) antigen penting sebagai langkah pencegahan dan krusial ketika ada kasus baru yang ditemukan.

Sebelumnya Ketua Pengadilan Negeri Banjarnegara, Bapak R. Heddy Belyyandi, S.H., M.H. menyatakan swab antigen tersebut wajib dilakukan para pegawai termasuk bagi pegawai yang sedang WFH (Work From Home) untuk hadir mengikuti kegiatan ini. Selain itu tes swab ini juga sudah disertai langkah tindak lanjut yang dipersiapkan dalam hal terdapat hasil swab yang positif diantara pegawai yang dites, meliputi perlakuan isolasi mandiri/perawatan dan tracing lanjutan bagi pegawai yg terindikasi serta pendataan terpadu hingga pelaporan ke Mahkamah Agung melalui Pengadilan Tinggi Jawa Tengah, kemudian perlu bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat untuk dapat dilakukan 3T (tracing, testing & treatment).

Berbagai upaya telah dilakukan pimpian Pengadilan Negeri Banjarnegara untuk menekan penyebaran Covid-19 klaster perkantoran, antara lain membatasi pegawai yang masuk kantor melalui kebijakan WFO (Work From Office) maksimal 25% dan WFH (Work From Home) sesuai Surat Edaran Sekretaris Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Di Lingkungan Mahkamah Agung Dan Badan Peradilan Yang Berada Di Bawahnya Pada Wilayah Jawa Dan Bali tanggal 5 Juli 2021 dan Pengumuman Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Tengah Nomor W12-U/1329/KP.07.01.7/2021 tanggal 6 Juli 2021, serta mewajibkan pegawai melaksanakan protokol kesehatan ketat di manapun berada seperti menggunakan masker, rajin mencuci tangan, social distancing dan melarang pegawai yang kurang sehat datang ke kantor serta lebih mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi yang ada.